Kotagede, Yogyakarta, tak hanya dikenal dengan kerajinan peraknya yang mendunia, tetapi juga dengan camilan khasnya yang melegenda: Yangko. Camilan manis dan kenyal ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Kotagede sejak puluhan tahun lalu. Kini, Yangko resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, sebuah pengakuan atas nilai sejarah dan budayanya yang tinggi.
Sejarah Panjang dan Keunikan Yangko
Yangko adalah camilan yang terbuat dari tepung ketan, dengan isian kacang tanah yang manis dan gurih. Konon, Yangko sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam. Rasanya yang unik dan teksturnya yang kenyal membuat Yangko digemari oleh berbagai kalangan.
Proses pembuatan Yangko pun masih dijaga secara tradisional. Tepung ketan dicampur dengan gula dan dimasak hingga mengental. Adonan kemudian dibentuk kotak-kotak kecil dan dibungkus dengan kertas minyak warna-warni. Keunikan ini menjadi salah satu daya tarik Yangko.
Yangko Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Penetapan Yangko sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun [Tahun Penetapan] merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Kotagede. Pengakuan ini tidak hanya melestarikan tradisi pembuatan Yangko, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya.
Yangko dalam Perkembangan Zaman
Meskipun telah menjadi warisan budaya, Yangko terus berinovasi untuk mengikuti perkembangan zaman. Kini, Yangko hadir dengan berbagai varian rasa, seperti durian, cokelat, dan stroberi. Inovasi ini membuat Yangko semakin digemari oleh generasi muda.
Yangko Sebagai Oleh-Oleh Khas Kotagede
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kotagede, Yangko adalah oleh-oleh wajib yang harus dibawa pulang. Rasanya yang manis dan unik akan menjadi kenangan manis tentang Kotagede.
Kesimpulan
Yangko bukan hanya camilan biasa. Ia adalah bagian dari sejarah dan budaya Kotagede yang patut dilestarikan. Dengan penetapannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda, diharapkan Yangko akan terus eksis dan digemari oleh generasi mendatang.
Keberadaan Yangko sebagai Warisan Budaya Tak Benda diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga Kotagede, terutama para pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner.
