Cegah Meluas: Polisi Bubarkan Dua Kelompok Pelajar Terlibat Tawuran di Jogja

Aparat kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta bertindak cepat membubarkan aksi terlibat tawuran antara dua kelompok pelajar di wilayah hukumnya. Insiden terlibat tawuran yang melibatkan puluhan pelajar dari dua sekolah berbeda ini terjadi pada Jumat sore, 18 April 2025, sekitar pukul 16.00 WIB di sekitar Jalan Gedongkuning, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. Polisi berhasil mengamankan beberapa pelajar yang diduga menjadi provokator dalam aksi tawuran tersebut.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian dan saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa kedua kelompok pelajar tersebut sebelumnya telah memiliki riwayat perselisihan. Mereka diduga janjian untuk melakukan aksi tawuran di lokasi tersebut setelah pulang sekolah. Aksi saling serang menggunakan berbagai macam benda tumpul dan batu sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Gedongkuning tersendat dan meresahkan warga sekitar. Beruntung, petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli rutin segera tiba di lokasi dan membubarkan aksi tawuran tersebut sebelum menimbulkan korban luka yang lebih parah.

Dalam pembubaran aksi terlibat tawuran, petugas kepolisian berhasil mengamankan enam orang pelajar yang diduga menjadi penggerak dan membawa senjata tajam serta benda tumpul. Para pelajar yang diamankan tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Kotagede untuk dilakukan pendataan, pembinaan, dan pemanggilan orang tua serta pihak sekolah. Sementara itu, pelajar lainnya yang terlibat dalam aksi tawuran berhasil melarikan diri. Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan dalam aksi terlibat tawuran tersebut.

Kepala Polresta Yogyakarta, Kombes Pol. Aditya Hermawan, melalui keterangan pers yang disampaikan oleh Kapolsek Kotagede, Kompol Sudarsono, pada Jumat sore, menyatakan keprihatinannya atas aksi terlibat tawuran antar pelajar ini. “Kami sangat menyesalkan terjadinya aksi kekerasan yang melibatkan para pelajar. Kami akan melakukan pembinaan terhadap para pelajar yang tertangkap dan bekerja sama dengan pihak sekolah serta orang tua untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kami juga akan meningkatkan patroli di jam-jam rawan dan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya pelajar,” tegasnya. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat adanya potensi terjadinya tawuran antar pelajar.

Related Posts

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org