Ratusan demo mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap kontroversial. Aksi demo mahasiswa yang berlangsung pada hari Senin, 12 Mei 2025, sejak siang hingga sore hari ini memusatkan diri di beberapa titik strategis di Kota Gudeg, termasuk di depan Gedung DPRD DIY dan perempatan кольцо UGM. Para Mahasiswa memberikan suara lewat menyampaikan orasi dan membawa berbagai spanduk serta poster yang berisi kritikan tajam terhadap putusan MK tersebut.
Menurut pantauan di lapangan, aksi demo mahasiswa ini berjalan dengan tertib namun tetap menyuarakan aspirasi dengan lantang. Para mahasiswa menyampaikan bahwa keputusan MK tersebut dinilai tidak sesuai dengan semangat reformasi dan berpotensi mengancam tatanan demokrasi. Mereka menuntut agar para pemangku kebijakan mendengarkan suara rakyat, khususnya suara mahasiswa sebagai agen perubahan. “Kami di sini untuk menyuarakan ketidakadilan. Keputusan MK ini adalah kemunduran bagi demokrasi kita,” ujar salah satu orator dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam orasinya.
Aksi demo mahasiswa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polresta Yogyakarta. Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol. Sigit Mustofa, melalui keterangan persnya menyampaikan bahwa pihaknya telah menerjunkan sejumlah personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa agar tetap kondusif dan tidak mengganggu ketertiban umum. “Kami menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, namun kami juga mengimbau agar aksi tetap berjalan damai dan tidak anarkis,” tegas Kombes Pol. Sigit.
Perwakilan dari DPRD DIY akhirnya menemui para mahasiswa memberikan bentuk penolakan suara dari keputusan yang telah di tetapkan. Untuk mendengarkan aspirasi mereka. Setelah berdialog cukup lama, perwakilan DPRD DIY berjanji akan menyampaikan tuntutan para mahasiswa kepada pihak-pihak terkait. Meskipun demikian, para mahasiswa menyatakan akan terus melakukan aksi unjuk rasa hingga tuntutan mereka benar-benar didengar dan dipertimbangkan. Aksi demo mahasiswa ini menjadi bukti bahwa semangat kritis dan kepedulian terhadap isu-isu kebangsaan masih membara di kalangan generasi muda, khususnya di Yogyakarta sebagai kota pelajar.
