SENTOLO, YOGYAKARTA – Perjalanan Kereta Api (KA) Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng – Gambir mengalami insiden anjlok di petak jalan antara Stasiun Sentolo dan Stasiun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peristiwa yang terjadi pada 8 April 2024, sekitar pukul 13.15 WIB ini menyebabkan sejumlah gerbong keluar dari jalur rel dan mengakibatkan gangguan perjalanan kereta api lainnya.
Kronologi kejadian bermula ketika KA Argo Semeru dengan nomor perjalanan KA 17 melaju dari arah timur (Surabaya) menuju barat (Jakarta). Masinis KA Argo Semeru saat itu bernama Bapak Anton Wijaya (45 tahun), dibantu oleh asisten masinis Bapak Budi Santoso (38 tahun). Ketika melintasi kilometer (KM) 520+4, tepatnya di wilayah Kalimenur, Sentolo, tiba-tiba terjadi guncangan hebat.
Menurut keterangan sejumlah penumpang yang selamat, guncangan terasa sangat kuat dan diikuti dengan bunyi benturan keras. Beberapa gerbong di bagian tengah rangkaian kereta tiba-tiba oleng dan keluar dari jalur rel. Akibatnya, kereta langsung berhenti mendadak.
“Saya sedang melihat pemandangan dari jendela, tiba-tiba terasa seperti ada yang menabrak. Keretanya langsung goyang-goyang hebat lalu berhenti,” ujar Ibu Rina (32 tahun), salah satu penumpang KA Argo Semeru yang selamat.
Setelah kereta berhenti, para penumpang panik dan berusaha keluar dari gerbong. Petugas kondektur dan awak kabin segera melakukan evakuasi penumpang dan memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang mengalami luka-luka ringan akibat benturan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta segera merespons kejadian ini dengan mengirimkan tim teknis dan petugas evakuasi ke lokasi kejadian. Proses evakuasi penumpang berlangsung cukup lancar meskipun sempat menimbulkan kepadatan di sekitar lokasi. Sejumlah ambulans juga diterjunkan untuk membawa penumpang yang mengalami luka-luka ke rumah sakit terdekat, seperti RSUD Wates dan beberapa klinik di sekitar Sentolo.
Kepala Daop 6 Yogyakarta, Bapak Jamaludin, dalam konferensi pers di lokasi kejadian pada Minggu sore, menyatakan permohonan maaf atas gangguan perjalanan yang terjadi. Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden anjloknya KA Argo Semeru ini. “Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Beberapa penumpang mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan penanganan medis,” jelas Bapak Jamaludin.
