Vandalisme Gambar Presiden di Jogja, Polisi Buru Pelaku

Aparat kepolisian dari Polresta Yogyakarta tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku tindakan vandalisme terhadap sejumlah gambar Presiden Republik Indonesia yang terpasang di beberapa titik strategis di Kota Yogyakarta. Aksi tidak bertanggung jawab ini pertama kali diketahui pada Selasa pagi, 22 April 2025, dan langsung menuai kecaman dari berbagai pihak polisi buru pelaku.

Menurut laporan yang diterima pihak kepolisian, aksi vandalisme berupa coretan cat semprot berwarna hitam ditemukan pada setidaknya tiga lokasi berbeda, yaitu di sekitar Jalan Malioboro, kawasan Tugu Yogyakarta, dan di dekat Gedung Agung. Coretan tersebut menimpa bagian wajah gambar presiden, sehingga menimbulkan kesan tidak sopan dan merendahkan simbol negara.

Menanggapi kejadian ini, Kapolresta Yogyakarta, Komisaris Besar Polisi Anwar Nasir, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan dan polisi buru pelaku vandalisme ini hingga tertangkap. Pihaknya sangat menyayangkan tindakan tidak terpuji tersebut dan berkomitmen untuk menegakkan hukum.

“Kami sangat serius menangani kasus vandalisme ini. Tindakan merusak simbol negara adalah pelanggaran hukum dan tidak dapat dibenarkan. Saat ini, tim kami sedang bekerja keras di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti dan polisi buru pelaku yang bertanggung jawab,” ujar Kombes Pol. Anwar Nasir saat memberikan keterangan pers di Mapolresta Yogyakarta pada Rabu siang, 23 April 2025.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Anwar Nasir menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dugaan sementara, aksi vandalisme ini dilakukan pada malam hari atau dini hari oleh individu atau kelompok yang memiliki motif tertentu. Namun, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan secara pasti motif di balik tindakan tersebut dan masih terus melakukan pendalaman.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus vandalisme ini untuk segera menghubungi pihak kepolisian. Sekecil apapun informasi yang diberikan, sangat berarti bagi upaya polisi buru pelaku,” tambah Kapolresta. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh tindakan vandalisme ini serta mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Tindakan vandalisme terhadap gambar presiden ini menuai reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat di Yogyakarta. Banyak yang mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk tidak menghargai simbol negara dan melanggar norma kesopanan. Pihak kepolisian berjanji akan segera mengungkap dan menangkap pelaku vandalisme ini sebagai bentuk penegakan hukum dan memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Upaya polisi buru pelaku terus dilakukan dengan harapan pelaku dapat segera diidentifikasi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Related Posts

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org